7 Jenis Tanaman Selada Hidroponik yang Paling Bagus

Jenis tanaman selada hidroponik

Sejauh ini, selada termasuk salah satu tanaman populer. Wajar apabila sayuran ini terbilang populer. Sebab, selada mengandung banyak gizi. Sehingga, tanaman ini berperan penting untuk menunjang kesehatan banyak orang.

Saking populernya, tren menanam selada menggunakan metode hidroponik mulai bermunculan. Metode ini dianggap sebagai metode modern yang mempunyai banyak keunggulan. Salah satunya, produksi panen dapat diatur sesuai dengan keinginan.

Akan tetapi, meskipun metode hidroponik banyak digunakan, tetap saja sebagian masyarakat awam masih belum mengetahui tentang jenis tanaman selada hidroponik yang paling bagus untuk dibudidayakan. Oleh sebab itu, penting bagi Anda memahami macam-macam selada yang paling cocok ditanam secara hidroponik.

Jenis tanamam selada hidropnik

Sebelum Anda memulai membudidayakan selada hidroponik, memang ada baiknya Anda survei dulu tentang beragam jenis selada yang paling rekomended untuk ditanam. Berikut di antaranya:

1. Jenis tanaman selada jonction RZ (Rizk Zwan)

Jenis selada yang satu ini dikenal lebih mudah berkembang. Ia sudah dapat dipanen dalam kurun waktu 45 hari setalah disemai. Terlebih, selada RZ mampu bertumbuh dengan baik di berbagai tempat. Baik itu di dataran rendah maupun dataran tinggi.

Benar bahwa selada RZ paling populer pemeliharaannya menggunakan metode hidroponik. Selada yang berasal dari Belanda ini digadang-gadang anti pestisida. Sehingga, ia terbilang aman, sehat dikonsumsi, dan tentu saja berkualitas.

Selada ini mempunyai tekstur yang sangat hijau, daunnya cukup tebal, pun lebih pendek. Lebih dari itu, terasa enak saja saat dimakan. Jenis selada ini merupakan selada yang paling kami rekomendasikan untuk Anda konsumsi.

2. Jenis tanaman selada Butterhead

Ini adalah jenis selada paling terkenal di Eropa Utara. Selada ini terbilang dicintai banyak orang. Sebab, aroma dan terksturnya sangat lembut.

Ditinjau dari ukurannya, selada Butterhead cenderung agak kecil, gepeng, dan di bagian kepalanya tidak terlihat padat bak selada lainnya. Lebih dari itu, ukuran daun selada Butterhead cukup lebar, lalu berlipat-lipat, dan juga agak lunak.

Alasan disebut 'Butterhead' karena ciri khasnya berbentuk bulat. Katakan lah menyerupai kelopak. Selada ini umumnya dipakai untuk menambahkan rasa manis pada sebuah hidangan, seperti pada sandwich. Rata-rata selada Butterhead masih bermerk RZ juga.

3. Jenis tanaman selada Romaine

Permintaan pasar terhadap selada ini cukup banyak. Ia biasa dijual di dalam mall maupun di supermarket. Selada jenis ini berbentuk agak panjang. Ia terasa manis dengan tekstur yang renyah sehingga cocok dijadikan olahan salad.

Selada Romaine mengandung vitamin dan mineral. Ia dianggap baik bagi kesehatan tubuh. Manfaat paling terkenal dari selada ini adalah dapat membantu melangsingkan tubuh, menangkal radikal bebas, dan memperlancar pencernaan.

4. Jenis tanaman selada Mat Green

Selada Mat Green biasa digunakan untuk makanan burger. Ia tahan pada penyakit bercak daun. Sebab, selada ini bentuk daunnya tebal.

Boleh dibilang, Mat Green hampir menyerupai selada keriting. Namun, bentuk daunnya justru lebih unik Mat Green daripada selada keriting. Dan itu dapat dilihat dari ciri khas daunnya yang bergerigi.

Berat selada yang siap dipanen pada ukuran selada ini sekitar 340 gram. Diperkirakan dari semai hingga panen berkisar sebulanan lebih. Idealnya, untuk menanam jenis selada ini pada temperatur 20-30 derajat celcius.

5. Jenis tanaman selada Green Oakleaf

Bentuk daun selada Green Oakleaf berbeda dengan Mat Green. Meskipun, keduanya sama-sama berwarna hijau kepekatan.

Selada Green Oakleaf justru lebih menarik tampilannya. Ia berbentuk daun pohon oak tradisional. Selada ini lembut, tapi lumayan renyah, plus sedikit lebih pedas. Biasanya para petani mencari selada ini untuk variasi selada.

6. Jenis tanaman selada Red Oakleaf

Red Oakleaf sebenarnya jika di Indonesia disebut dengan Selada Mondai. Bentuk pada daun pohon Oak terbilang mirip dengan jenis selada ini.

Dilihat pada pertumbuhannya, selada Oakleaf tumbuh bergerombol. Harga pasarnya hingga saat ini terbilang murah, namun soal nutrisi tidak kalah luar biasa dengan selada Romaine.

Menurut referensi yang kami temukan, saat menanam selada ini sebaiknya rajin-rajinlah untuk menyiraminya. Hal ini ditujukan agar hasil tanamannya berkualitas bagus.

7. Selada merah

Perlu diketahui bahwa selada tidak selalu berwarna hijau saja. Ada juga selada yang berwarna merah. Ia pun punya manfaat lebih untuk kesehatan. Ditambah lagi, rasanya tidak kalah enak dari selada hijau.

Kandungan lemak dan kalori pada selada merah terbilang sangat rendah. Sehingga jenis sayuran ini mengandung beragam macam mineral dan vitamin yang tentu dibutuhkan untuk tubuh kita.

Jadi, selada merah pun rekomended untuk ditanam secara hidroponik.


Manfaat membudidayakan tamanan selada hidroponik

Setelah memahami tujuh jenis selada yang paling bagus untuk ditanam menggunakan metode hidroponik, maka berikut adalah beberapa manfaat yang akan Anda dapatkan dari membudidayakan sayuran selada.

  • Selada baik untuk kesehatan
    Selada diduga mampu meningkatkan kesehatan pada tubuh dan anggota badan, seperti untuk kulit dan penglihatan. Sebab, tanaman selada kaya akan vitamin A. Selain itu, tanaman selada mampu mencegah penyakit kanker dan penuaan dini.

  • Mempunyai nilai ekonomis yang tinggi
    Tanaman ini memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Di supermarket saja, selada dijual dengan harga 20-60 ribu. Selain itu, selada memang dapat dikonsumsi juga sebagai menu makanan sehari-hari.

  • Tahan pada hama
    Menurut seorang praktisi hidroponik, selada adalah jenis tanaman yang lebih tahan terhadap serangan penyakit yang ditimbulkan oleh hama. Sebab, adanya anti pestisida pada sayuran selada.


***


Barangkali itulah jenis tanaman selada hidroponik beserta manfaat yang akan Anda rasakan saat membudidayakan selada maupun ketika mengkonsumsi sayuran.

Next Post Previous Post
Article,Hidroponik,Selada