Begini Cara Menyemai Bibit Selada Hidroponik yang Paling Efisien

Cara Efisien Dalam Menyemai Bibit Selada Hidroponik

Perlu diketahui bahwa langkah paling utama dalam membudidayakan tanaman hidroponik adalah menyemai benih. Termasuk pada tanaman selada.

Mengapa perlu disemai? Karena kegiatan menyemai akan memberikan pengalaman kepada Anda dalam menilai; mana kualitas benih yang baik dan buruk. Sehingga, proses penyemaian mampu berjalan secara maksimal.

Khusus bagi selada, sayuran ini boleh dibilang rentan sekali menuai kegagalan saat proses penyemaian. Hal ini wajar karena bibit selada berbentuk pipih dan amat kecil sehingga rawan tidak berkecambah (sprout) saat disemai.

Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk mengetahui cara menyemai bibit selada hidroponik. Dengan catatan, penyemaian yang akan kami jelaskan di sini terbilang efektif.

Apa itu menyemai atau penyemaian?

Pertanyaan ini mungkin tampak sepele, namun penting sekali untuk kami bahas. Jadi, penyemaian adalah proses pemilihan dan penyiapan bibit sebelum ditanam. Penyemaian penting dilakukan, terutama pada benih tanaman yang berukuran kecil dan pipih, seperti pada sayuran selada.

Beberapa faktor yang dapat menentukan keberhasilan proses penyemaian benih menjadi bibit adalah pemilihan benih itu sendiri, lalu media tanam, dan juga tempat persemaian.

Misalnya Anda ingin menanam satu jenis tanaman selada dengan metode hidroponik, maka Anda dapat menggunakan media tanam seperti rockwool, cocopeat, dan hirdoton. Ketiga media tanam ini terbilang efektif karena tidak menyediakan unsur hara.

Lebih dari itu, proses persemaian sebaiknya harus aman dari hujan. Sebab, hujan terindikasi dapat merusak penyemaian. Hujan deras dapat menimbulkan bibit yang baru tumbuh menjadi patah. Sehingga praktis, bibit gagal bertumbuh dengan baik.

Selain itu, perhatikan juga cahaya. Jika penyemaian yang Anda lakukan kekurangan cahaya, ini akan menimbulkan etiolasi. Artinya, bibit bakal tumbuh dengan tidak optimal.

Cara menyemai bibit selada hidroponik

Anda akan melalui tiga proses dalam menyemai bibit selada hidroponik. Mulai dari tahapan awal menyemai, mempersiapkan media tanam, dan memindahkan tanaman.

 Tahapan awal menyemai bibit selada hiroponik

  1. Siapkan dulu benih selada hidroponik terbaik
  2. Ambil wadah, kemudian isi wadah tersebut dengan air, minimal wadah terisi air hingga tiga per empat ukuran wadah
  3. Masukkan benih ke dalam air supaya benih dapat menyerap air tersebut
  4. Aduk air yang berisi benih 
  5. Apabila benih mengambang, ditenggelamkan saja. Sebaliknya, apabila tidak tenggelam, silakan buang saja karena kemungkinan benih rusak.
  6. Setelah sekitar 12-24 jam, benih akan berkecambah
  7. Pindahkan benih ke media rockwool

Siapkan media tanam selada hidroponik rockwool

  1. Potong rockwool hingga berukuran 2.5 cm x 2.5 cm x 2.5 cm. Untuk memotong media tanam yang satu ini, Anda dapat menggunakan pisau
  2. Buatkan lubang di setiap potongan rockwool menggunakan lidi
  3. Silakan tata dengan rapi rockwool yang sudah siap diisi benih
  4. Masukkan benih sayuran selada yang sudah sprout ke dalam lubang rockwool yang sudah Anda bikin. Cukup satu lubang berisi satu benih
  5. Setelah benih dimasukkan, pindahkan ke tempat yang ada sinar mataharinya
  6. Lalu siram oleh semprotan air sampai semua bagian rockwool menjadi basah
  7. Semprot secara lembut agar benih tidak menjadi rusak
  8. Jaga rockwool agar tidak kering dan tidak basah

 Pindahkan bibit selada ke metode tanam hidroponik

Ketika benih selada berumur 12 hari, maka daun selada bakal terlihat besar. Dan itu artinya sudah saatnya selada pindah tanam ke metode hidroponik.

Bagi Anda yang baru memulai membudidayakan selada hidroponik, sebaiknya gunakan wick system. Ketika semua benih dipindahkan ke metode hidroponik, maka rutinlah pengecekan Ph air dan juga PPM-nya.

Kesimpulan

Tujuan penyemaian benih menjadi bibit ialah untuk mengurangi kegagalan panen akibat tanaman yang belum siap terhadap kondisi lahan. Baik itu menjaganya dari cuaca maupun gangguan-gangguan lainnya.
Tanaman yang membutuhkan proses penyemaian, seperti pada sayuran selada biasanya mempunyai siklus panen yang cepat dan menengah. Maka, betapa pentingnya proses penyemaian bagi tanaman ini.

Barangkali itu saja artikel terkait cara menyemai bibit selada hidroponik. Jangan lupa juga setelah membudidayakan selada, silakan rawat dengan baik. Berikut penjelasan lengkap terkait: cara merawat selada agar tetap segar.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Article,Hidroponik,Selada