5 Kegiatan Pascapanen Selada Hidroponik

Kegiatan Pasca Panen Selada Hidroponik


Umur panen selada yang menggunakan metode hidroponik terbilang cepat. Dalam kurun waktu satu bulan saja sudah dapat dipanen. Itu sebabnya, setelah dipanen, kita harus tahu kegiatan apa saja yang harus dilakukan pascapanen selada hidroponik tersebut.

Apa itu pascapanen?

Pascapanen merupakan tahap penanganan dari hasil panen. Penanganan pascapanen meliputi beberapa hal. Mulai dari pengeringan, pembersihan, pendinginan, penyortiran, penyimpanan, pengemasan, dan juga pemasaran.

Penanganan pascapanen dapat menentukan kualitas dari hasil pertanian. Penanganan pascapanen jauh berbeda dengan pengolahan pangan. Sebab, ia tidak mengubah struktur fisik dari hasil pertanian tersebut secara signifikan.

Tujuan utama pascapanen yakni untuk memperoleh hasil panen agar sesuai standar nasioal yang berlaku. Pascapanen bertujuan juga untuk meminimalisir hasil panen yang kurang memuaskan pada periode tanam selanjutnya.

Selain itu, hal yang tak kalah penting dari penanganan pascapanen yakni bertujuan untuk menghasilkan produk yang baik, tidak rusak, dan siap dikonsumsi.

Pada tanaman selada sendiri tentu perlu juga melakukan penanganan pascapanen yang baik. Sebab, selada pun seringkali terjadi kerusakan. Kerusakan tersebut dapat disebabkan oleh banyak faktor.

Biasanya faktor mekanis lah yang kerap terjadi pada tanaman selada. Misalnya pada saat pengangkutan selada dan ketika bongkar muat. Sehingga, banyak daun selada yang robek–robek dan patah.

Kerusakan tersebut tentu saja harus dicegah. Sebab, kerusakan fisik, seperti pada daun, sangat mempengaruhi nilai jual. Maka dari itu untuk mencegah kerusakan pada tanaman selada, Anda harus tahu beberapa kegiatan pascapanen selada di bawah ini.

Kegiatan pascapanen selada hidroponik

1. Kegiatan pembersihan

Tanaman selada hidroponik yang telah dipanen wajib dibersihkan dulu sebelum masuk ke tahap pemasaran. Kegiatan pembersihan pada selada dilakukan selama dua kali. Pertama, membuang bagian–bagian yang tidak berguna. Dan kedua, lakukan pembersihan untuk menghilangkan kotoran yang masih melekat pada daun selada.

Bagian-bagian yang tak berguna, seperti pada daun yang rusak tentu harus dibuang, baru kemudian melakukan pencucian. Pencucian daun selada dapat Anda lakukan dengan menggunakan air bersih atau air yang mengalir.

2. Kegiatan sortasi

Kegaiatan selanjutnya yaitu sortasi. Kegiatan ini adalah memisahkan daun selada yang sehat dan cacat. Pada selada yang cacat, entah itu terkena serangan hama maupun penyakit mata kodok, harus dipisahkan dari selada yang sehat.
Hal itu dilakukan agar selada yang sehat tidak gampang ditulari oleh selada yang cacat tersebut. Kegiatan sortasi dilakukan bersamaan dengan kegiatan pembersihan.

3. Kegiatan penyimpanan

Selada tergolong dalam jenis sayuran yang mudah rusak. Sehingga, apabila kurang baik dalam penanganannya maka akan menyebabkan kemerosotan kualitas.

Daun selada yang dibiarkan saja pada kondisi normal tanpa adanya perlakuan khusus biasanya akan mengalami pelayuan. Pelayuan ditandai dengan daun yang menguning.

Nah, untuk mempertahankan kesegaran pada daun selada, Anda harus melakukan kegiatan penyimpanan dalam ruangan yang memiliki sistem atmosfer termodifikasi. Untuk info lebih detailnya lagi, silakan baca juga ini: cara merawat selada agar tetap segar.

4. Kegiatan pengemasan

Pengemasan pada sayuran selada bertujuan untuk melindungi daun dari kerusakan akibat pengangkutan dari lahan sampai ke pusat pemasaran.

Pengemasan ini dapat memberikan daya tarik bagi konsumen, dan juga dapat memudahkan penataan pada saat pemasaran. Terutama penataan yang akan dipasarkan melalui supermarket.

Fungsi pengemasan dan penataan saling berkaitan. Ia melindungi kerusakan pada saat pengangkutan dan melindungi pula kerusakan yang terjadi akibat pengaruh lingkungan. Entah itu akibat terik matahari, lalu suhu udara, dan juga kelembaban yang tinggi.

5. Kegiatan pemasaran

Pendapatan atau pemasukan yang besar dari hasil tani selain ditentukan oleh cara budidayanya, juga ditentukan oleh teknik pemasarannya.

Dalam kegiatan pemasaran sayuran selada, ada dua hal yang perlu Anda perhatikan. Pertama, menentukan standar harga dasar. Dan kedua, pengenalan pada lembaga pemasaran yaitu tata niaga yang berperan dalam menjual selada dari produsen sampai ke konsumen.

Itulah barangkali kegiatan pascapenan selada hidroponik yang perlu Anda perhatikan.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Article,Hidroponik,Selada