5 Cara Menanam Selada Hijau Hidroponik Paling Sederhana

Selada Hidroponik Hijau

Membudidayakan tanaman dengan metode hidroponik adalah salah satu cara paling bagus untuk menghasilkan tanaman menjadi lebih segar dan bersih. Termasuk pada tanaman selada hijau. Selain itu, metode hidroponik pun dari segi penataannya terbilang elastis.


Metode hidroponik sendiri adalah teknik budidaya tanaman dengan hanya memanfaatkan media air. Artinya, ia tidak perlu tanah. Teknik ini mempunyai keunggulan, yaitu dapat memberikan pemenuhan nutrisi bagi tanaman. Hasilnya, tanaman yang dibudidayakan menggunakan metode ini akan tampak segar, terlebih lagi terhindar bahaya pestisida.

Metode hidroponik cocok untuk sayuran selada hijau. Oleh sebab itu, dalam artikel ini, kami akan menjelaskan tentang cara menanam selada hijau hidroponik. Cara yang kami sajikan di sini cukup sederhana. Sehingga, mudah untuk Anda aplikasikan.

Pahami dulu, apa itu selada hijau?

Selada hijau adalah jenis selada yang mempunyai banyak kandungan antioksida. Ia berperan penting untuk memperkuat sel tubuh.

Kandungan antioksida pada selada hijau di antaranya antosianin, vitamin C, dan betakaroten. Ketiga kandungan tersebut berfungsi dengan cukup baik untuk menangkal radikal bebas.
Radikal bebas inilah yang dapat mengakibatkan kerusakan pada berbagai macam sel tubuh manusia. Sehingga, kegunaan selada hijau, dalam hal ini, terbilang sangat membantu.

Jenis tanaman selada banyak macamnya. Dan salah satu jenis selada hijau paling terkenal yaitu Lollo Verde. Ia adalah sayuran selada hijau dengan bentuk ujung daun berkerut keriting. Rasa selada hijau ini lumayan ringan dan krispi.

Untuk memahami beragam jenis selada lainnya, silakan simak artikel kami tentang jenis tanaman selada.

Cara menanam selada hijau hidroponik

Berikut adalah cara tanam selada hidroponik, khususnya selada hijau. Perhatikan baik-baik.

1. Mempersiapkan benih selada hijau

Perlu dipahami bahwa ada berbagai macam benih selada hidroponik terbaik yang dapat kami rekomendasikan bagi Anda. Salah satunya benih selada Rijk Zwan (RZ). Ini merupakan benih selada yang bagus untuk Anda tanam di dataran rendah maupun tinggi.

Selain menyiapkan benih, peralatan-peralatan pun perlu Anda sediakan. Beberapa peralatan untuk menanam selada hijau yaitu netpot, paralon, tandot, pot, dan lain sebagainya.

Jangan lupakan juga mempersiapkan air baku. Air baku itu nilai PPM-nya tidak boleh lebih dari 150-200. Air yang bagus untuk dipakai adalah air sumur dan juga air sungai.

Jika misalnya air tampak kotor atau keruh, Anda harus mengendapkannya dulu selama kurang lebih satu minggu.

2. Lakukan penyemaian pada benih selada yang Anda pilih

Silakan ambil beberapa benih untuk kemudian Anda semai. Ini biasanya tergantung pada kapasitas produksi Anda.

Hal yang wajib Anda perhatikan ketika proses penyemaian berlangsung adalah memperhatikan keadaan air pada wadah dan kelembapan rockwool. Bila nantinya kurang lembap, maka tambahkan air.

Untuk memahami proses penyemaian benih, silakan baca artikel kami tentang: cara menyemai benih selada.

3. Mempersiapkan sistem hidroponik pada selada hijau

Katakan lah selama 10 hari lebih menjelang benih tersebut dipindahkan, silakan mulai membikin instalasi pada sistem hidroponik. Sistem hidroponik yang biasa digunakan oleh petani hidroponik ialah NFT (Nutrient Film Technique) atau sitem Wick.

Untuk menggunakan sitem NFT, Anda akan mengeluarkan banyak modal. Maka dari itu sebagai alternatif lain, Anda boleh mencoba menanam tanaman selada hijau menggunakan sistem wick. Cara sederhananya adalah sebagai berikut:

  1. Silakan potong botol mineral menjadi dua bagian
  2. Iris pada bagian sisi botol untuk memasukkan sumbu. Baik di kanan maupun di kiri
  3. Usai bagian atas botol diiris, maka tumpuk lah kedua bagian botol di mana tutupnya itu diarahkan ke bawah. Setelah ditumpuk, nanti susunan botolnya akan menyerupai corong yang kemudian dimasukkan ke dalam gelas.
  4. Beres

4. Pindahkan ke metode hidroponik

  1. Silakan pisahkan rockwool.
  2. Masukkan rockwool pada gelas mineral. Ini dilakukan jika Anda menggunakan sistem wick
  3. Pastikan rockwool-nya menyentuh kain flanel
  4. Isi wadah menggunakan air dengan nutrisi 500 ppm. Pertahankan nilainya hinga 12 HST
  5. Naikkan kadar kepekatannya menjadi 1000 lebih ppm.
  6. Misal, jika sudah memasuki 20 HST, lalu naikkan lagi kadar kepekatannya menjadi 1200 ppm hingga masa panen tiba

5. Lakukan perawatan dan pembesaran selada

Setelah memindahkan tanaman selada ke sistem hidroponik, maka lakukan pengecekan setiap hari maupun dua hari sekali. Pengecekan yang perlu Anda lakukan meliputi pengecekan kadar PPM air, kebersihan, dan pertumbuhan akar.

Anda cukup meninjau perkembangan fisik pada tanaman selada dan memastikan nutrisinya sudah tercukupi. Contohnya kalau ada daun yang menguning, silakan potong saja. Hal ini bertujuan agar penyakit menguning tidak menjalar ke bagian daun selada lainnya.

Setelah merawat dan membesarkannya, Anda akan memasuki masa panen. Selamat!

-

Barangkali itu saja langkah paling sederhana tentang cara menanam selada hijau hidroponik. Selamat menanam!
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url
Article,Hidroponik,Selada